Ragam Jenis Sedotan dan Perbedaannya.

10/02/2019

Tahun 2018 yang lalu sebuah gerakan untuk menolak sedotan plastik menjadi viral. Penolakan yang sampai pada tingkat boikot sedotan plastik tersebut dipicu oleh sebuah video yang menunjukkan seekor penyu yang saluran hidungnya tersangkut sedotan bekas.

Kengerian akibat video tersebut kemudian memicu kesadaran betapa berbahayanya sedotan plastik.

Jika sedotan plastik kita boikot? Lalu apa alternatifnya?

Dalam post kali ini saya akan sedikit berbagi tentang apa saja alternatif sedotan yang ada. Ada beberapa jenis sedotan yang ada saat ini dan bagaimana sedotan tersebut bisa menjadi alternatif untuk sedotan plastik.

Mohon dicatat, preferensi dan ulasan tentang sedotan-sedotan ini sangat terbatas pada pandangan subjektif saya. Sehingga mohon untuk tetap mencari referensi-referensi yang bisa diandalkan dan terpercaya.

"It's only one straw," said 8 billion people.

Ok, mari kita mulai dengan sedotan plastik

Hampir kita semua tahu tentang sedotan plastik. Sedotan yang begitu populer saat ini telah ada sejak material plastik mulai di gunakandi era perang dunia pertama dan menjadi populer di perang dunia kedua. Plastik kala itu dinilai sebagai material yang tahan lama dan mudah diproduksi serta sangat murah. Usai perang dunia, para pabrik berlomba-lomba untuk membuat berbagai produk dengan bahan plastik, termasuk sedotan plastik.

Umumnya, sedotan plastik terbuat dari turunan petroleum yang bernama polypropylene. Karena terbuat dari minyak bumi, sedotan plastik terbuat dari bahan yang tidak dapat diperbaharui. Permasalahannya, sedotan plastik sangat jarang didaur ulang. Padahal jika kita hitung, penggunaan sedotan per orang rata-rata adalah satu sedotan per hari dengan berbagai ukuran.

Sedotan-sedotan yang tidak terdaur ulang tersebut kemudian terbawa ke laut dan mencemari lautan dan melukai biota-biota laut.

Plastic Straw Photo by Thomas Vimare

Berbahayanya sedotan plastik kemudian berusaha dijawab dengan sedotan bermaterial PLA atau polylactic acid yang merupakan senyawa mirip plastik namun terbuat dari bahan-bahan organik. Umumnya material PLA ini dibuat dari jagung, singkong, ataupun rumput laut. Material ini merupakan material yang bisa diurai secara alamiah dan bisa dikonsumsi secara langsung.

Masalahnya, sedotan PLA rupanya tetap membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa diurai. Apalagi jika sedotan PLA berakhir di tempat pembuangan akhir yang sangat tidak ramah kompos. Tempat penguraian PLA membutuhkan lingkungan yang cukup matahari, lembab dan terdapat kadar oksigen yang cukup untuk mikro organisme dapat hidup.

Sementara di situasi lautan, PLA hanya akan bisa terurai jika terkena air hangat. Sementara suhu lautan tidak cukup hangat untuk menghancurkan PLA.

Dalam kasus penggunaan plastik, saya sendiri berharap banyak dengan PLA. Karena material ini terbilang bisa dikonsumsi dan bisa terurai secara alami. Namun keterbatasan infrastruktur untuk mengolah limbah PLA membuat sampah PLA tetap saja berbahaya.

Di masa mendatang jika PLA memang menjadi solusi untuk menggantikan plastik berbasis petroleum, berbagai pihak harus bisa membuat kondisi yang ideal untuk mengurai sampah PLA.

Glass Straw Photo by Osha Key

Kemudian sedotan berbasis kertas.

Sedotan kertas boleh dibilang merupakan salah satu jenis sedotan tertua yang ada di era modern. Sedotan kertas sempat populer di abad 19 sebelum digantikan oleh sedotan berbasis plastik. Kala itu, sedotan kertas populer digunakan di kalangan orang-orang terhormat sebagai gaya hidup dan status kemewahan.

Namun kala itu sedotan kertas dianggap memiliki kelemahan yakni terlalu mudah rusak. Kerusakan ini disebabkan oleh cairan yang menyentuh sedotan lama kelamaan membuat sedotan kertas basah dan membuatnya menjadi lembek. Keterbatasan inilah yang membuat sedotan kertas tidak lagi digunakan.

Sementara di konteks saat ini, produksi kertas adalah alasan utama sedotan kertas tidak digunakan. Sedotan kertas membutuhkan bahan baku serat pohon yang dalam prosesnya membutuhkan banyak sekali air dan bahan kimia. Proses produksi kertas yang tidak ramah lingkungan membuat sedotan kertas bukanlah solusi pengganti sedotan plastik karena memilih sedotan kertas sama dengan harus mengorbankan hutan sebagai benteng penyelamatan bumi dari pemanasan global.

Sedotan lainnya adalah sedotan stainless.

Sedotan stainless adalah sedotan yang beberapa waktu ini cukup melejit popularitasnya di Indonesia. Selain karena memiliki sifat awet, sedotan stainless lebih terlihat eye catchy.

Semangat untuk menggantikan sedotan plastik dengan sedotan stainless pun bermunculan dan membuat sedotan stainless yang dahulu cukup mahal menjadi cukup terjangkau saat ini.

Stainless Straw Photo by Element5 Digital

Namun jika saya boleh sedikit kritis, sedotan stainless juga masih memiliki kelemahan di sisi sumber material. Sumber material sedotan stainless adalah bahan tambang yang tidak terbarukan.

Memang, sedotan stainless bisa digunakan sampai sepanjang hayat jika tidak mengalami kerusakan namun jika sedotan ini hilang dan terjatuh, sedotan stainless akan menjadi sampah tak terurai sampai kapanpun.

Sehingga, ketika kita memutuskan untuk membeli sedotan stainless, menurut saya, kita harus benar-benar bisa menggunakannya dengan baik dan tidak membuangnya begitu saja.

Alternatif lain bahan sedotan adalah kaca.

Material kaca selama ini dikenal sebagai material yang tersedia sangat banyak di bumi. Sebab material kaca hanya membutuhkan pasir sebagai bahan utamanya. Selain itu kaca diklaim bisa didaur ulang dengan sempurna menjadi pasir kembali dengan kualitas yang sama seperti sedia kala. Sehingga dari segi sumber material, sedotan kaca sedikit lebih 'aman'.

Namun saya membayangkan situasi ketika saya harus menggunakan sedotan kaca. Sedotan kaca akan sangat repot untuk dibawa kemana-mana. Sedotan ini cukup ringkih dan mudah pecah. Bayangkan jika kita tidak sengaja menjatuhkan sedotan kaca. Saya yakin sepenuhnya, sedotan kaca kita tidak akan selamat.

Kemudian dari segi harga, sedotan kaca juga relatif sama dengan sedotan stainless yang cukup tinggi harganya. Tentu sedotan ini tidak akan mudah untuk bisa menggeser sedotan plastik.

Bahan sedotan yang terakhir yang saya ketahui adalah, sedotan bambu.

Dalam pandangan saya, sedotan bambu adalah sedotan yang paling ideal saat ini. Sedotan bambu terbuat dari bahan yang terbarukan. Buluh bambu yang bisa dibudidaya. Dari segi harga, sedotan bambu juga relatif murah bila dibandingkan dengan sedotan stainless atau sedotan kaca. Jika sedotan bambu mengalami rusak, kita juga tidak terlalu khawatir untuk membuangnya. Selama sedotan bambu dibuang diruang yang ramah kompos, bambu akan mudah terurai sama seperti PLA.

Kelemahan dari sedotan bambu sebenarnya terletak pada ukurannya. Sedotan bambu karena dibuat dari bambu yang ditumbuhkan secara alamiah, memiliki ukuran yang sangat beragam. Ada yang kecil dan ada yang besar. Ini bisa membuat rasa tidak nyaman akibat tidak sesuainya sedotan dengan minuman yang kita nikmati.

Selain itu, sedotan bambu juga memberikan rasa tambahan pada mulut. Sedotan bambu umumnya memiliki rasa-rasa bambu ketika kita menikmati minuman. Bagi sebagian orang, pengalaman ini bukanlah pengalaman yang menyenangkan karena akan mengubah rasa minuman menjadi berbeda dari aslinya.


Enam jenis di atas merupakan jenis yang paling umum saya temui. Dari sekian banyak jenis sedotan yang ada. Saya pribadi memang lebih memilih untuk menggunakan sedotan stainless. Alasannya karena sedotan stainless bisa lebih awet digunakan hingga saya tua nanti. Tapi memang untuk menjaganya membutuhkan upaya ekstra.

Setelah tahu jenis-jenis sedotan yang ada, kamu bisa mulai memutuskan kira-kira menggunakan sedotan jenis apa ya yang lebih ramah untuk lingkungan. Ingat, pilihan yang kita pilih akan sangat berpengaruh pada lingkungan.

Bayangkan jika 8 milyar orang lebih memperhatikan sedotan apa yang akan mereka gunakan. Dampaknya pada lingkungan pasti akan lebih baik dan berkelanjutan.


Nah bagi kamu yang ingin membeli sedotan stainless, kawan bisa menghubungi saya di +6282225253427. Sedotan stainless yang saya jual merupakan produk dari Pinus Anima. Pinus Anima merupakan sebuah gerakan untuk mempromosikan inisiatif-inisiatif baik untuk keberlangsungan alam.

Selain sedotan stainless Pinus Anima juga menyediakan alat-alat makan seperti sendok dan garpu yang terbuat dari kayu. Alat makan ini akan satu set dengan sedotan bambu. Untuk selengkapnya kamu bisa cek di Pinus Anima ya.


Video tentang penyu yang tertusuk sedotan plastik. PERHATIAN, grafik video, menampilkan darah. Dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.

Bagus Ramadhan

Eks jurnalis yang menjadi Travel Blogger untuk menginspirasi petualang mendalami isu pariwisata, sosial, lingkungan, dan inovasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.