Menulis Secara Konsisten Belajar dari Para Panutan

12/02/2019

Malam ini saya memutuskan untuk menulis tentang menulis. Sebuah tema yang sebenarnya saya ingin hindari di blog ini. Tapi tulisan kali ini penting, bukan buat saya pribadi tetapi juga untuk para pembaca. Saya ingin menunjukkan siapa panutan saya dalam dunia menulis blog.

Menjadi narablog saat ini ibarat terjun berenang ke kolam yang sudah begitu sesak dengan perenang lain. Kabarnya, jumlah populasi situs di seluruh dunia telah mencapai empat banding satu orang. Artinya empat situs berbanding dengan satu orang. Sementara blog, populasinya agak 'longgar' dengan angka tujuh banding satu.

Tetapi, seperti yang sempat saya singgung di tulisan Internet, Ladang Kebaikan bagi para Narablog, jumlah pertumbuhan situs adalah eksponensial. Pertumbuhannya berlipat-lipat ganda hanya dalam waktu singkat.

Saya tidak bisa membayangkan jika nanti populasi pengguna internet di Indonesia telah melebihi angka 50%, pasti akan lebih banyak narablog dari Tanah Air. Tahun 2018 saja menurut data eMarketer disebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia telah mencapai 123 juta orang. Sayangnya saya tidak menemukan data pasti berapa banyak narablog yang ada di Indonesia.

Menyadari persaingan yang ketat, tentu saja membuat saya harus lebih bekerja ekstra, memberikan kualitas dan juga kuantitas. Kuantitas saja tidak akan cukup, karena di mesin pencari para narablog harus bersaing dengan situs-situs berita yang bisa begitu cepat menyajikan konten. Sementara secara kualitas, kebanyakan narablog adalah para penulis hobi yang tidak secara profesional memiliki keahlian menulis.

Saya jelas harus bisa terus belajar dan meningkatkan kualitas. Agar bisa terus belajar dan meningkatkan kualitas dan kuantitas, tentu saya harus belajar dari para narablog panutan.

Sampai saat ini, ada dua blog yang menurut saya menjadi panutan utama saya: Gates Notes dan DI's Way. Gates Notes merupakan blog milik suami istri Bill Gates dan Melinda Gates. Sementara DI's Way merupakan blog milik salah seorang media mogul di Indonesia, Dahlan Iskan.

Banyak hal menarik yang saya bisa dapatkan dari kedua blog tersebut. Saya akan sedikit menceritakan tentang keduanya di sini agar kita bisa sama-sama saling belajar.

DI's Way

tampilan situs disway
Tampilan DI's Way

Blog ini menurut pengakuan pak Dahlan -seorang eks jurnalis (?) yang saya selalu kagumi tulisan-tulisannya- adalah blog yang tidak sengaja lahir. Beliau bercerita bahwa blog tersebut lahir karena ada seorang rekan beliau yang begitu ngotot ingin mengelola tulisan-tulisan pak Dahlan. Pak Dahlan mulanya enggan, karena beliau tahu bentuknya adalah sebuah blog. Tetapi karena dibujuk terus menerus, pak Dahlan akhirnya mengiyakan dan kemudian mencari nama yang tepat.

Mohon maaf jika saya kurang tepat menjelaskan bagaimana lahirnya blog ini. Sejujurnya saya pun kesulitan untuk mencari tulisan mana yang membahas awal mula kelahiran DI's Way.

Tulisan yang khas blog, membuat argumentasi dan informasi pak Dahlan tulis selalu ngalor-ngidul. Sangat sulit untuk menavigasikan tulisannya dalam sebuah arsip yang rapi. Karena sering kali informasi-informasi yang berbeda terselip dalam sebuah judul yang bisa jadi sangat tidak relevan. Tapi ini menjadi keunggulan tersendiri untuk tulisan beliau. Tulisan yang beliau tulis akhirnya sangat mengalir dan santai.

Opini yang tanpa beban. Sehingga bisa menunjukkan bagaimana pengalaman bisa menggambarkan wawasan beliau dalam sebuah tulisan.

Konsekuensinya memang adalah, beberapa kali terjadi informasi yang tidak akurat, kaidah bahasa yang mungkin tidak sewajarnya. Tetapi selama pembaca merasa nyaman dan bisa memahami, sah-sah saja.

Dari segi konsistensi pun saya belajar banyak dari beliau. Beliau begitu konsisten menulis setiap hari. Di jam yang sama tanpa meleset. Tentu ini berkat sistem pengelolaan konten yang rapih.

Beliau menjabarkan bagaimana DI's Way memiliki tenggat waktu yang ketat. Beliau mengibaratkan DI's Way seperti masa kerjanya dahulu ketika masih menjadi jurnalis cetak. Sebuah etos yang menakjubkan menurut saya.

Dan pada 9 Februari yang lalu blog tersebut resmi berusia satu tahun. Tanpa satu hari pun meleset terbit pada jam 9 pagi. Wow!

Tidak heran jika kemudian blog ini memiliki begitu banyak pembaca. Bahkan jika kita menyimak kolom komentarnya, kolom tersebut bisa lebih panjang dari pada isi tulisannya. Itu terjadi hampir di setiap tulisan beliau. Setiap hari. Gila!

Bagaimana dengan saya? Saya untuk Baranimus baru mampu untuk berkomitmen menulis selama dua hari: Minggu pagi dan Selasa malam. Alasannya karena saya juga perlu mengalokasikan hari lainnya untuk menulis konten di situs lainnya seperti laman Medium saya, ataupun TEKNOIA.

Saya begitu ingin sekali memiliki kemampuan seperti beliau. Tentu jika ingin seperti itu, saya harus bisa menulis dengan tingkat kesulitan yang sama seperti beliau. Berani? Saya agak gugup. Tapi suatu saat saya pasti akan melakukannya.

Gates Notes

tampilan situs gates notes
Tampilan Gates Notes

Beranjak ke Gates Notes. Blog yang satu ini merupakan referensi saya untuk model blog modern saat ini. Gates Notes sudah begitu tertata secara sistem dan optimal untuk sebuah blog yang terindeks mesin pencari. Penempatan tautan-tautan referensi yang rapih, dibalut dengan pembahasan yang sering kali inspiratif.

Kombinasi antara konten marketing dengan blog pribadi yang inspiratif membuat Gates Notes menurut saya adalah sebuah blog yang begitu indah.

Bill Gates dan Melinda Gates dalam blog tersebut juga sering berbagi hal-hal baru yang sering tidak terekspos oleh media bahasa inggris. Kegiatan mereka yang begitu dekat dengan inovasi membuat saya kerap menyimak ada kabar terbaru apa dari keduanya. Utamanya isu-isu tentang perubahan iklim yang memang menjadi tema utama dari Baranimus.

Seperti tulisan terbarunya yang membahas tentang 9 hal menarik yang mereka bisa simpulkan untuk tahun 2018. Sebuah Annual Letter.

Gates Notes juga menjadi contoh bagi saya tentang bagaimana membuat konten yang efektif dan bermanfaat untuk pembaca.

Tidak banyak memang cerita yang bisa sampaikan tentang Gates Notes ini. Karena memang kontennya dalam bahasa Inggris dan memiliki bahasan yang rumit. Tapi bagi saya yang menyenangi tema-tema inovasi, blog ini menempati ruang khusus diantara referensi-referensi saya lainnya.


Bagaimana denganmu kawan? Blog siapa yang menjadi referensi dan panutanmu sebagai seorang narablog masa kini? Dan apa alasannya? Tuliskan ceritamu di kolom komentar ya.

Bagus Ramadhan

Eks jurnalis yang menjadi Travel Blogger untuk menginspirasi petualang mendalami isu pariwisata, sosial, lingkungan, dan inovasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.